oleh

Pertahankan Satu Unit Hape, Saragih Sekarat Dihakimi Warga

SIMALUNGUN | GN – Hanya gara-gara hendak mempertahankan satu unit handpone, Erwin Junion Saragih (40) sekarat diamuk massa. 


Kabar menyebutkan, Saragih menjadi bulan-bulanan orang sekampung bukan tak beralasan. Warga Nagori Silulu Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun, ini ternyata baru saja merampok handpone milik Ulvariani Purba (17). “Serahkan hapemu. Kalau gak kubunuh,” ancam Saragih usai memepet sepedamotor yang dikendarai mahasiswi salah satu perguruan tinggi Kota Siantar ini.

Takut dengan ancaman Saragih,  warga Huta Bah Biding I Nagori Bahalat Bayu Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi Kabupaten Simalungun, ini menyerahkan saja hapenya jenis Oppo type A11. Sepinya areal Afdeling III PTPN IV Bah Jambi kala itu, mendukung Saragih untuk sukses melancarkan aksinya. Setelah menguasai hape korban, Saragih lantasa tancap gas dengan sepeda motor Revo tanpa plat yang dikendarainya. Harapannya, bisa mengamankan barang jarahannya.

Sementara itu korban, usai mengalami perampokan, melaju pulang ke arah rumahnya. Sekitar 1 kilometer mendapati kampungnya, korban berpapasan dengan Pardede (50) di jalan. Kepada ASN ini, korban mengadukan apa yang baru saja dialaminya. Dasar darah penolong, Pardede langsung sigap untuk mengejar Saragih. Dibantu warga, pengejaran akhirnya membuahkan hasil. Saragih berhasil ditangkap. Namanya perampok jika sudah ditangkap warga, sulit untuk bisa luput dari penghakiman massa. Alhasil, ramainya warga yang menyumbangkan pukulan, membuat Saragih sekarat dan tak sadarkan diri. 

Dalam kondisi tak berdaya, warga mengantarkan perampok siang bolong itu ke kantor Pangulu Nagori Bahalat Bayu. Tak lama berselang, Kapolsekta Tanah Jawa Kompol M Panggabean SH, didampingi Kanit Reskrim Iptu J Sitinjak SH MH, datang menjeput pelaku dan membawanya ke RS Balimibingan guna mendapat perawatan. Korban sendiri didampingi ibunya, Siswani (50), membuat laporan resmi ke Polsek Tanah Jawa. 

Iptu J Sitinjak mengatakan, selain pelaku, sepeda motor yang dikendarai pelaku untuk melancarkan aksinya masih diamankan untuk proses hukum selanjutnya. “Jadi sebelum memepet korban sampai terjatuh dari sepeda motornya, pelaku sempat berpura-pura bertanya arah ke Huta Bah Biding kepada korban. Setelah korban menunjuk arah, pelaku dan korban sama-sama pergi berlawanan arah. Tapi pelaku mengikuti korban dari belakang. Di tempat sepi, korban dipepet sampai terjatuh dan dirampas hapenya di bawah ancaman bunuh,” tegas J Sitinjak, seraya memastikan, bahwa korban mengalami perampokan usai pulang kuliah, Selasa (25/09/2018) siang sekira pukul 12.30 WIB. (SUTAN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA