oleh

Pemilihan Rektor USI: Profesor Marihot jangan Dipilih

SIANTAR | GN – Penetapan Rektor USI (Universitas Simalungun) hampir final. Satu dari dua nama menunggu penetapan dari pembina yayasan. Salahsatunya, Profesor Marihot Manullang.

Munculnya nama Marihot sejak proses awal perebutan kursi Rektor USI, paling ditentang oleh Ketua Umum KNPSI (Komite Nasional Pemuda Simalungun Indonesia) Jan Wiserdo Saragih. Beragam alasan pun telah disampaikannya baik lewat media elektronik mau pun cetak. Namun tanpa respons sedikit pun, proses perekrtutan Rektor USI tetap dilakukan.

Dari enam calon yang ikut mendaftarkan diri sejak tahap awal, kini tinggal tersisa dua kandidat saja. Selain Marihot, ada Corry Sinaga. Kedua kandidat bertahan ini, bahkan sudah diteruskan kepada Pembina Yayasan USI untuk dipilih dan ditetapkan sebagai Rektor USI paling lambat awal Nopember 2018 mendatang.

Sekali pun masih dua bulan ke depan, Jan Wiserdo kembali menekankan kepada para pembina, tidak memilih kembali Profesor Marihot sebagai Rektor USI untung yang ke dua kalinya. “Kita menekankan agar Pembina Yayasan USI, tidak memilih Marihot kembali. Masa depan USI jangan sampai terhalang di depan. Integritas USI dipertaruhkan,” pinta Jan Wiserdo tegas.

Sementara dari salahsatu orang dekat Pembina Yayasan USI, diketahui jika kabar miring soal Marihot memang sudah diketahui oleh pembina. Akan tetapi, belum diambil labgkah konkrit demi menuntaskannya. “Memang kita sudah dengar. Begitu pun, masih akan dibahas di tingkat pembina,” urai sosok yang sengaja dirahasiakan identitasnya demi netralitas pemilihan Rektor.

Sebelumnya di sejumlah media, Jan Wiserdo menolak keras keikutsertaan Profesor Marihot dalam bursa pemilihan Rektor. Selain mengikis putra asli etnis Simalungun dari keterlibatan dalam tubuh USI. Termasuk soal pergantian Dekan Hukum yang awalnya etnis Simalungun, digantikan oleh etnis lain.

Bukan saja itu, akreditasi menurun, pengelolaan keuangan khususnya bantuan pihak luar tak begitu transparan karena diduga diselewengkan. Paling parah lagi, Marihot acapkali keluar kota hingga dukuwatirkan, mengganggu etos kerja. “Masih banyak kok yang lebih baik. Kita berharap kepada Pembina Yayasan, tidak memilih kembali Marihot memimpin USI dua periode,” tegas Jan Wiserdo, Senin (3/09/2018) malam.

Sementara kepada wartawan, Profesor Marihot membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA