oleh

Hefrianayah kurang Bijak dengan Mengusik GKSB

SIANTAR | GN – Saat GKSB vakum demi menghargai Bulan Suci Ramadhan, Wali Kota Siantar Hefrianayah Noor jistru memantik ketegangan. Perilaku tersebut dianggap kurang bijak.

Demikian ketua Majelis Muslimin Indonesia Kota Siantar, Ir Bonatua Pospos menegaskan, Jumat pagi (8/06) pagi. “Ini sangat menunjukkan kualitas kepemimpinan Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor sangat rendah. Jan Wiserdo wajar sekali mengasumsikan semua skenario memantik ketegangan bersumber dari Wali Kota. Sangat kita sayangkan sekali. Wali Kota kurang bijak,” sebut Bonatua.

Mantan anggota DPRD Siantar ini menambahkan, Jan Wiserdo selaku inisiator GKSB yang merupakan sosok Kristiani saja, memilih menghindar dari ketegangan dengan memutuskan vakum dari aksi- aksi turun ke jalan mendesak pemakzulan Wali Kota demi menghargai suasana Ramadhan. Sementara Wali Kota yang berlatarbelakang muslim, justru mulai memantik ketegangan di suasana Ramadhan yang penuh berkah saat ini.

“Jadi terbalikkan. Seharusnya Hefriansyah yang paling menjaga suasana damai Ramadhan, ini justru dia pula yang terkesan ingin memantik kegaduhan. Luar biasa konyolnya,” sambung Bonatua seraya mengapresiasi langkah Jan Wiserdo, yang tak mau terbakar dengan upaya pemantikan Wali Kota.

Sudah sepantasnya masih Bonatua, momen Ramadhan saat ini, digunakan Hefriansyah dengan memperbanyak ibadah agar mendapat ampunan dosa dari Sang Kuasa. Bukan justru berspeklasi. “Alangkah baiknya Wali Kota perbanyak ibadah memohon ampunan dosa. Bukan malah memprovokasi rakyatnya,” tegas Bonatua.

Sebagai salahsatu elemen masyarakat yang ikut mendukung GKSB menuntut pemakzulan, MMI Kota Siantar kata Bonatua, akan teruas berjuang bersama GKSB agar Angket Dewan gol nantinya. “Kalau MMI sejak awal ikut dan tak akan keluar,” ujar Bonatua memastikan, sejak awal MMI ikut terlibat dalam mendukung GKSB, dirinya tak pernah tahi Yayasan Museum Simalungun ikut bergabung dalam perjuangan. “Tidak ada pernah saya lihat Djomen Purba itu dalam setiap aksi. Saya kenal semua elemen masyarakat yang ikut lebur dalam tuntutan GKSB. Sejak awal siapa saja saya dengan jelas mengetahuinya,” tandas Bonatua mengakhiri. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA