oleh

Hefriansyah Terjerat Dilema Dana THR

SIANTAR | GN- Dimakan mati ayah, tak dimakan mati ibu. Kiasan ini tepat disandang Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, terkait dana Tunjangan Hari Raya (THR) bagi jajarannya.

Mantan anggota DPRD Kota Siantar Ir Bonatua Pospos mengatakan, demi memenuhi kebutuhan dana THR bagi ASN serta Pensiunan jajaran Pemko Siantar, Wali Kota terpaksa mencaplok sejumlah dana dari mata anggaran yang telah terprogram sebelumnya di dalam APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Siantar Tahun Anggaran 2018. Sesuai aturan administrasi negara, Wali Kota wajib meminta persetujuan dewan terlebih dahulu untuk bisa mencekuh dana tersebut.

“Nah, saat itulah nanti saya memastikan, jajaran DPRD Kota Siantar menjadi penting. Karena keputusan apakah memberikan persetujuan atau justru menolak, ada di tangan dewan. Kalau menyetujui dengan cepat saya kira sulit. Karena, hubungan kurang baik selama ini sudah menghantui keduabelah pihak,” tandas Bonatua, Rabu (6/06) siang.

Kemungkinan terparah lanjut Bonatua, dewan hanya akan berpura-pura memberikan persetujuan namun dengan mengulur waktu. Saat yang sama, pencairan dana THR sudah mendesak. Alhasil, Wali Kota dihadapkan pada dilema mengerikan. Demi memenuhi THR jajarannya, Wali Kota akhirnya mengambil inisiatif menggunakan anggaran APBD untuk disalurkan kepada penerima THR. Tanpa menunggu lagi persetujuan dewan. Artinya, tanpa payung hukum yang kuat.

“Karena waktu yang mendesak itulah nanti, Wali Kota mengambil kebijakan menggunakan anggaran tanpa menunggu lagi persetujuan dewan. Begitu dana digunakan, kita bisa menebak apakah dewan kemudian memberikan persetujuan atau malah menolaknya. Kalau ternyata menolak, maka alamat terancamlah Wali Kota. Masuk ke dalam jebakan betman,” prediksi Bonatua.

Hak Angket yang saat ini digulirkan dewan menurut Bonatua, semakin kuat untuk memakzulkan Wali Kota karena kebijakannya menggunakan angaran tanpa persetujuan dewan. Sementara secara hukum, Wali Kota bisa diseret ke ranah pidana. Karena itu Bonatua menegaskan, Wali Kota saat ini berada dalam dilema.

Terpisah, Kabag Humas Pemko Siantar Hamam Sholeh memastikan, dana THR sudah siap disalurkan. Namun soal kemungkinan mendapat persetujuan dewan, Hamam tak berani mengutarakan. “Dananya sudah siap. Mencapai Rp25 miliar,” tulis Hamam dalam pesan Whats App kepada GOBERNEWS. Ketika ditanya apabila skenario dewan terjadi, Hamam tak merinci langkah antisipasinya. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA