oleh

Korban Bom Surabaya Bertambah:10 Tewas, 40 Luka 

SIANTAR |GN -Pascaledakan bom bunuh diri di 3 gereja di Surabaya, korban terus bertambah. Meninggal dunia 10 dan luka luka menjadi 0 korban. Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) mengeluarkan 7 pernyataan sikap.
Berikut isi konferensi pers di Graha Oikoumene PGI Jalan Salemba Raya No 10 Jakarta Pusat, Minggu (13/05) siang sekira pukul 12.40 WIB. Pertama; Tindak kekerasan, dengan alasan apa pun, tidak akan pernah mampu menyelesaikan masalah. Dia hanya akan melahirkan lingkaran kekerasan dan pada akhirnya menuju kehancuran. Lihatlah Suriah sekarang ini yang luluh lantak oleh kekerasan demi kekerasan. Sesungguhnya tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan pembunuhan. Agama apa pun mengajarkan kemanusiaan, damai dan cinta kasih.
Kesesatan berpikirlah yang membawa penganut agama melakukan kekerasan dan tindak terorisme; Oleh karena itu para pemimpin agama perlu lebih serius mewaspadai munculnya para pendukung kekerasan dan tindak terorisme ini dengan berbalutkan penginjil atau pendakwah. Program deradikalisasi BNPT akan sia-sia jika masyarakat justru memberi panggung kepada para pemimpin agama yang menyebarkan paham radikalisme dan kekerasan lewat dakwah-dakwahnya; Olehnya, saya menghimbau kepada para pemimpin agama dan masyarakat untuk tidak memberi angin dan simpati kepada pelaku kekerasan dan terorisme, apa pun motifnya; Menghimbau masyarakat menghentikan penyebaran foto dan video, karena ini justru tujuan teroris, yakni menebarkan rasa takut di tengah masyarakat. Saya justru menghimbau masyarakat untuk menebarkan kasih dan rasa damai melalui ragam media; Menghimbau seluruh elit politik dan masyarakat untuk menghentikan komentar yang justru memperkeruh keadaan. Janganlah menggunakan peristiwa kekerasan dan tindak terorisme ini untuk menangguk kepentingan politik dan sesaat, karena harga yang sedang dipertaruhkan adalah masa depan bangsa;  Kita tak perlu takut menghadapi ancaman terorisme ini tetapi menyerahkan sepenuhnya kepada penanganan oleh negara.
Konferensi pers tampak dihadiri Pendeta Jemaat Jeirry Sumampow (Kepala Humas PGI) dihadiri 30 orang mewakili keluarga korban. Hadir juga Pdt Gomar Gultom (Sekretaris Umum PGI), Pdt Krisse Gosal (Wakil Sekretaris Umum PGI) dan Romo Agus Suryanto Himawan (Perwakilan dari KWI).
Ditambahkan Pdt Krisse Gosal (Wakil Sekretaris Umum PGI) dalam kesempatan itu, menyampaikan bahwa data terakhir menyebutkan, dari bom yang meledak di tiga gereja, telah menewaakan 10 korban dan 40 lainnya luka-luka. 
Sementara Pdt. Gomar Gultom  (Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) menyampaikan, tindak kekerasan dengan alasan apapun, tidak akan pernah mampu menyelesaikan masalah. Hal itu hanya akan melahirkan lingkaran kekerasan dan pada akhirnya menuju kehancuran. Dia memberi contoh Suriah yang sekarang ini luluh lantak oleh kekerasan demi kekerasan.
“Saya meyakini tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan pembunuhan. Agama apa pun mengajarkan kemanusiaan, damai dan cinta kasih. “Kesesatan berpikirlah yang membawa penganut agama melakukan kekerasan dan tindak terorisme,” tegasnya.
Romo Agus Suryanto Himawan (Perwakilan dari KWI) juga menyampaikan, untuk menghadapi terorisme harus diimbangi dengan sikap waspada dan menekan rasa takut. Dia juga meminta pemerintah serius menangani hal itu, terutama meningkatkan upaya pencegahan.
“Para pemimpin agama mewaspadai tindak kekerasan melalui khutbah atau dakwah,” tutupnya sembari meminta masyarakat tidak memberi kesempatan dan simpati bagi pelaku teror dengan menyebar foto maupun video kejadian atau korban. Karena itulah menurutnya tujuan teroris. (Ung/nee)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA