oleh

Hefriansyah Bukan Ditinggal Kabinet, Tapi….

SIANTAR | GN -Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, ternyata tidak ditinggal kabinetnya. Sebaliknya, justru Hefriansyah sendiri yang dengan sengaja menjaga jarak bahkan terkesan menjauh dari para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemko Siantar.

Hal ini tertangkap setelah mendengar pengakuan salahsatu pimpinan SKPD Pemko Siantar, namanya sengaja dirahasiakan. “Sudah setahun Pak Wali dilantik, pimpinan SKPD belum sekali pun dikumpulkan Pak Wali demi membahas program pemerintah ke depan. Kita juga heran. Baru sekali ini begitu,” ujarnya.

Pada masa Wali Kota sebelumnya, pimpinan SKPD selalu dikumpulkan untuk rapat bersama membahas program pemerintah dan kemasyaratan. Namun di masa Hefriansyah, para pimpinan SKPD kebanyakan dilepas begitu saja seolah jalan sendiri-sendiri. “Ya, masing-masing kerja sendiri-sendiri aja kesannya. Pak Wali seolah gak mau tahu,” paparnya.

Sikap Hefriansyah yang terkesan di luar nalar kepemimpinan lazim itu, menurut M Hanafi, tidak akan membawa hasil sesuai diharapkan. “Bagaimana mau menjalankan program Mantab, Maju dan Jaya, ketika kontrol Wali Kota Siantar tak berjalan. Para pimpinan SKPD itu bukan semua bisa dilepas begitu saja. Mereka juga butuh kontrol. Atau minimal apresiasi dan motivasi dari Wali Kota,” tukas Hanafi.

Masih menurut pemerhati pemerintahan ini, pantas sekali dengan situasi saat ini di mana Wali Kota didera banyak masalah, para pimpinan SKPD terkesan tak mau ikut membantu. “Karena mereka (Pimpinan SKPD) merasa jauh dari Wali Kota. Tidak terjalin hubungan harmonis antara Wali Kota dengan pimpinan SKPD selama ini. Karena itu, para pimpinan SKPD ini sulit mengambil tindakan. Mau nanya gak berani, bertindak sendiri pun takut disalahkan. Alhasil diam menjadi keputusan terakhir. Jadi menurut saya, Wali Kota lah yang menjauh dari kabinetnya, bukan sebaliknya,” tutup Hanafi mengakhiri. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA