oleh

Hardiknas di Siantar, Ini Penampakannya

SIANTAR| GN -Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) di Kota Siantar mengundang perhatian. Bukan gelar upacara apalagi kompetisi sains teknologi, aksi unjukrasa justru pecah di tiga titik berbeda pada waktu yang sama, Selasa (2/04) pagi.

Di Jalan Merdeka depan Balai Kota, ratusan mahasiswa dari FKIP Universitas Simalungun, menutup setengah bahu jalan guna menyuarakan 5 tuntutan kepada Pemko Siantar di bawah kepemimpinan Wali Kota Siantar Hefriansyah. Lima tuntutan itu, mendesak pemerintah kota untuk membentuk wadah berekspresi bagi remaja. Hapus komersialisasi pendidikan, ciptakan pendidikan murah dan terjangkau, bangun suasana logis aktif dan berkarakter, tingkatkan tanggungjawab moral dan sosial perusahaan (CSR) terhadap pendidikan, serta jadikan Siantar menjadi Kota Pendidikan dan kreatif.

Massa di bawah koordintor Anugerah Riza Nasution, berorasi, bernyanyi sambil duduk berkumpul di bahu jalan. Setengah bahu Jalan Merdeka tutup hingga tersisa satu lajur saja untuk kendaraan yang melintas. Padatnya kendaraan mengakibatkan tersumbatnya arus lalu lintas hingga menimbulkan kemacetan. Kepada masyarakat pengguna jalan, massa lewat orator berulangkali meneriakkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan.

Sementara di Jalan Sutomo, massa dari Suku Simalungun Bawah menggelar long march sambil menyuarakan tuntutan pemakzulan Hefriansyah Noor yang dianggap menista Sulu Simalungun. Massa dari sejumlah kecamatan Simalungun Bawah, dari Kecamatan Siantar hingga Kecamatan Ujung Padang, berjalan kaki menuju kantor DPRD Kota Siantar di Jalan Adam Malik.

Di kantor wakil rakyat itu, ternyata massa dari LMD juga tengah menggelar aksi unjukrasa. Massa yang sudah 2 jam berorasi tak bisa bertemu satu pun anggota dewan dari Komisi II yang membidangi pendidikan. Aspirasi massa pun mentok di tengah jalan buntu. Massa sempat merangsek masuk gedung dewan lalu menggeledah ruang Komisi II. Tapi, lantaran tak satu pun anggota dewan berhasil ditemui, massa memilih bubar dengan tertib. Pernak pernik HARDIKNAS di Siantar, memang berbeda di bawah kepemimpinan Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA