oleh

Panjat Monas

Melihat kemarahan Lae Gortik yang sulit dibandung, Wak Labu memilih terbang ke Jakarta guna mengadu kepada sejumlah sesepuh Lae Gortik di sana. Singkat cerita, setelah tiba di ibu kota, Wak Labu berhasil menemui sejumlah pihak yang dianggap bisa menengahi pertikaiannya dengan Lae Gortik.

Tapi dari sekian banyak pihak yang ia temui, Wak Labu belum sampai kepada tingkat kepuasan hati. Pasalnya, tak satu pun dari pihak itu mampu menjawab problema Wak Labu.

Kesal dan kecewa tak dapat hasil apa-apa, Wak Labu merenung di tengah keramaian jalan kota. Sambil memandang monas, Wak Labu pun larut dalam khayalan bertemu Lae Gortik di awan awan.

Lae Gortik: Untuk apa jauh kali kau mau cari suaka Wak Labu?
Wak Labu: Bah… Di sini juga kau Lae Gortik?
Lae Gortik: Iyalah. Kau pikir bisa kau membungkamku Wak Labu?
Wak Labu: Hmmm…. Kau sok tau. Aku ke Jakarta bukan untuk urusan kita.
Lae Gortik: Jangan bohong. Ngapain malu?
Wak Labu: Enggak…. Aku cuma mau….
Lae Gortik: Mau apa?
Wak Labu: Mau panjat Monas.
Lae Gortik: #??#-#-@@????!?. (ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA