oleh

Massa dari Simalungun ‘Tumpah’ ke Siantar

SIANTAR| GN – Ratusan massa dari 10 kecamatan di Kabupaten Simalungun, mendatangi kantor DPRD Siantar guna mendesak digelar Sidang Paripurna Hak Angket untuk memakzulkan Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, Senin (30/04) siang.

Massa sempat berorasi sambil memajang poster bertuliskan kekecewaan terhadap Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, karena dianggap menista Suku Simalungun. Beragam kegiatan aksi tampak pula diiringi orkes kesenian khas Simalungun di tengah aksi berlangsung. Massa menutup aksi dengan longmarch dari depan kantor DPRD Siantar Jalan Adamalik, hingga ke depan kantor Wali Kota Siantar Jalan Merdeka.

Dalam kesimpulan 10 poin tuntutannya yang dituangkan secara tertulis dan diserahkan ke dewan, massa mengatasnamakan masyarakat Simalungun dari Kecamatan Panombean Pane, Panei, Raya, Dolog Masagal, Purba, Horizon Haranggaol, Silimakuta dan Pematang Silimakuta, Dolog Silau, Raya Kahean Dan Kecamatan Silau Kahean, berkeinginan agar DPRD Siantar segera bersidang secara Paripurna untuk menggunakan Hak mereka memutuskan Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, telah menista Suku Simalungun. Massa berharap, dewan tak harus menunggu aksi lanjutan yang semuanya hanya semakin memancing hal-hal yang tak diinginkan.

Usai aksi, di markas KNPSI Pusat Jalan Wandelfard, Jan Wiserdo Sargih mengatakan, aksi solidaritas seperti itu akan terus berlangsung selama dewan belum berani menjalankan aspirasi masyarakat. “Semua ini tentu menguras banyak energi dan biaya. Tapi Suku Simalungun terkenal gigih sejak dulu. Sehingga, hal-hal semacam ini rela dilakukan demi harkat dan martabat kami,” tutur Jan Wiserdo.

Amatan gobernews.co.id, setiap aksi digelar oleh massa pembela Suku Simalungun, personil Kepolisian dikerahkan secara maksimal. Walau pada akhirnya aksi berjalan damai, tampaknya pihak Kepolisian memilih waspada akan hal-hal buruk yang mungkin terjadi. (ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA