oleh

Simalungun Bergejolak: Hefriansyah makin Resah

SIANTAR| GN – Kemarahan etnis Simalungun terhadap Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor yang dianggap menista suku mereka, ternyata belum reda. Bahkan dengan kekuatan massa yang lebih besar lagi, mereka akan mendesak DPRD Siantar menggelar Sidang Paripurna Hak Angket untuk tujuan pemakzulan.

Inisiator aksi sekaligus Ketua Komite Nasional Pemuda Simalungun Indonesia (KNPSI) Pusat, Jan Wiserdo Saragih, memastikan gerakan massa akan dimulai sejak Senin (30/04) hingga Senin (7/05) mendatang. “Jadi kita gelar ini selama lima hari. Hari pertama massa akan turun dari sejumlah kecamatan di Simalungun atas. Hari Selasa kosong, Rabu kembali aksi dari massa Simalungun Bawah, Kamis kembali massa dari Simalungun Atas, Jumat dari Etnis Simalungun yang dari Medan khususnya, Sumut umumnya dan punaknya Senin (7/05) akan turun massa dari Ibu Kota Jakarta. Bergabung seluruhnya dari Sumut,. Massa bisa 4 sampai 5 ribu kekuatan,” kata Jan Wiserdo, Minggu (29/04) sore.

Dijelaskan Jan Wiserdo lagi, gerakan tersebut sama tujuannya dengan gerakan sebelumnya. Menuntut DPRD Siantar segera menggelar Sidang Paripurna Hak Angket guna pemakzulan Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor karena dianggap menista Suku Simalungun. “Kami berharap sikap pemimpin seperti Hefriansyah, menjadi pelajaran di negeri ini dan harus menjadi yang terakhir. Tidak terulang lagi ke depan,” pungkasnya.

Aksi besar-besaran ini menurut Jan Wiserdo, memiliki niat suci untuk menjaga budaya nenek moyang Etnis Simalungun. Sehingga, kelak pemimpin bangsa selalu menjaga etika terhadap budaya serta selalu menjaga perasaan suku mana pun dan selalu menghindari diskriminasi terhadap suku apa pun. “Ini aksi suci. Kita pasti perjuangkan sampai titik darah penghabisan,” tutup Jan Wiserdo.

Terpisah, kabar dari pejabat Pemko Siantar diperoleh, Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, terus mencari jalan untuk bisa duduk bersama dengan Jan Wiserdo. “Pak wali terus berusaha mencari pihak yang bisa mempertemukannya dengan Jan Wiserdo. Sampai saat ini belum berhasil. Pak Wali mau, masalah ini selesai dengan cara damai,” kata pejabat identitasnya sengaja dirahasiakan. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA