oleh

JR Dukung Djarot, hanya Cari Perlindungan

MEDAN | GN

Banyak pihak menduga, dukungan yang diberikan Bupati Simalungun JR Saragih kepada paslon Djarot-Sihar, hanya sekadar cari aman.

“Saya menduga demikian. Lihat saja sikap JR yang tetap bertahan untuk menutupi informasi soal biaya pasang baru PDAM Tirtalihou. Seharusnya, demi keberpihakan JR kepada rakyat hingga mau bersimpati padanya, informasi tersebut tak perlu ditutup-tutupi,” tegas pemerhati komunikasi politik Sumut, Mulyadi Aruan, Minggu (29/04) sore.

Realisasi program Djarot-Sihar dalam mewujudkan Sumut mudah dan transparan dalam setiap urusan, hendaknya sudah mulai dicontohkan JR Saragih dalam lingkup kerjanya sebagai Bupati Simalungun. Sehingga, sejalan dan berkesinambungan dengan apa yang digagas dalam visi misi Djarot-Sihar. Kelak ketika JR jualan program ke rakyat, sudah mengena dengan sendirinya.

“Alangkah lucunya ketika JR memperkenalkan program Djarot-Sihar untuk mewujudkan visi misi menjadikan Sumut mudah dan transparan dalam setiap urusan birokrasi, berlawanan dengan fakta JR sendiri yang belum memberikan contoh. Alhasil, rakyat bukannya simpati, malah lari dari ajakan itu. Inikan kesannya bukan memenangkan. Lebih cenderung ingin berlindung saja. Sampai sekarang lihat saja kasus JR, mandek walau sudah ditetapkan sebagai tersangka,” pungkas Aruan.

Sebelumnya dikabarkan, Dirut PDAM Tirtalihou, Benni Purba, enggan memberikan informasi terkait biaya konsumen yang hendak pasang baru fasilitas air. Konyolnya, Bupati Simalungun JR Saragih, melalui Kadishub Kominfo Akmal Siregar, kompak membungkam. Tarif pasangan baru bagi calon konsumen PDAM Tirtalihou, hingga kini masih rancu. Tak jelas berapa tarif yang ditetapkan hingga kerap menjadi ajang pungutan liar oknum di lapangan. Alhasil warga merasa dirugikan. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA