oleh

Dirut PDAM Tirtaliho Diadukan ke Poldasu

SIMALUNGUN – Sekjend Pendiri LSM Strategi Sumut Firdausy Al Husein, segera melaporkan dugaan korupsi Dirut PDAM Tirtalihou Benny Purba ke Poldasu.

“Kita akan mengadukan dugaan korupsi Dirut PDAM Tirtalihou. Kita menduga keras banyak penyimpangan pengelolaan keuangan perusahaan. Sebagai refrensi, kita akan menggunakan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP-BPK) sejak tahun 2015,” ungkap Husein, Rabu (25/04) malam.

Disambung Husein, pengelolaan keuangan yang buruk oleh Direktur PDAM Tirtaliho, diduga menjadi faktor utama banyaknya kebocoran keuangan yang sulit ditolerir. Seperti contoh untuk anggaran pendapatan dan belanja perusahaan, selama ini mungkin sangat kurang logis dilihat dari sisi management. Tak terkecuali lanjut Husein, uang meter yang dikutip hingga Rp7500 perpelanggan, tak jelas lari kemana.

“Kalau untuk tera atau rawat, kok mahal gitu. Jangankan ditera sebulan sekali, faktanya sudah banyak meteran yang rusak juga tak diganti. Kemana uang meter itu. Belum lagi kita bicara biaya pasang baru yang selau memberatkan masyarakat hingga mencapai Rp3,5 juta. Luar biasa kan mahalnya,” pungkas Husein.

Masih menurut Husein, di ujung masa jabatannya tahun 2018, Dirut PDAM Totalihou Benni Purba, sangat menarik untuk diadukan ke Poldasu. “Ini waktu tepat di ujung masa jabatannya. Biar kita lihat kek mana dia menghadapi penegak hukum kalau sudah tak menjabat,” ungkapnya seraya memperkirakan, Benni Purba juga tak mampu mencapai target yang diharapkan Bupati Simalungun JR Saragih. Di mana target untuk tahun 2018, PDAM bisa memberikan pelayanan di Simalungun hingga 60 persen. “Target ini saya kira belum dicapai,” prediksi Husein.

Terpisah, Dirut PDAM Tirtalihou Benni Purba, enggan menjawab ketika coba ditanya tarif pasang baru yang ditetapkan secara resmi oleh PDAM Tirtalihou. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA