oleh

Hefriansyah Tak Minta Maaf, Cukup Merubah Gambar dan Tulisan

SIANTAR –Tanpa meminta maaf secara terbuka, Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, hanya merubah gambar kreatif Hari Jadi Kota Siantar ke 147. Efektifkah cara itu menurunkan tensi kemarahan Etnis Simalungun?

“Memang pada prinsipnya sejak awal kami sudah memaafkan wali kota. Kami suku toleran dan sangat menjunjung tinggi norma sosial dan agama. Namun, dengan merubah gambar dan tulisan tidaklah lantas membuat apa yang sudah dilakukannya gugur begitu saja,” tegas Jan Wiserdo, Selasa (24/04) pagi.

Ketua Pusat Komisi Nasional Pemuda Simalungun Imdonesia (KNPSI) ini menambahkan, permohonan maaf tak penting lagi untuk saat ini. Ibarat nasi sudah menjadi bubur. Terpenting sekarang menurut Jan Wiserdo adalah, melakukan desakan secara konstitusi agar wali kota menerima konsekwensi dari seluruh perbuatannya. “Kami tetap pada pendirian kami. Memaafkan adalah sikap kami, meneruskan tuntutan kami untuk mendesak dewan menjatuhkan sanksi lewat Hak Angket, sebagai sanksi kepada wali kota harga mati,” tutupnya.

Amatan gobernews.co.id pada gambar kreatif pada Hari Jadi ke 147 Kota Siantar, sudah mengalami perubahan. Baik dari sisi gambar mau pun tulisan. Pada gambar terbaru, pakaian adat Simalungun sudah muncul bahkan fokus terdpan. Di tulisan, kata Pusaka juga sudah diganti dengan ‘Sapangambei Manoktok Hitei’ yanh merupakan jargon kota. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA