oleh

Ini yang Bikin Etnis Simalungun Marah

SIANTAR | GOBERNEWS – Kemarahan etnis Simalungun terhadap Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, bukan tak beralasan. Gambar kreatif Hari Jadi Kota Siantar ke 144 yang muncul ke publik menjadi pemantik utama.

Kepadagobernews.co.id, sebelum aksi unjuk rasa Kamis (19/04) pagi, ketua Komite Nasional Pemuda Simalungun Indonesia (KNPSI) Janswerdo Saragih, menguraikan detail makna gambar yang menurutnya menistakan Suku Simalungun.

Di mana pada gambar tersebut, tampak memang Rumah Bolon sebagai rumah besar Kerajaan Simalungun yang terletak di Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun, menjadi fokus utama. Rumah Bolon pada gambar, dikelilingi icon budaya mewakili 7 etnis tanpa Simalungun. Turun ke bawah sedikit, pada gambar tertulis Pusaka Siantar. Tulisan inilah seolah makin mengaskan bahwa Etnis Simalungun hanya pusaka.

“Kenapa saya katakan begitu? Lantaran Rumah Bolon itu sekarang sudah tak ada karena musibah kebakaran. Sehingga kami memaknainya bahwa Simalungun sudah tak ada. Hanya dianggap pusaka. Ini gambar sangat menistakan. Pesan pada gambar yang kami maknai seperti itu sulit untuk dibantah. Sangat serius ini pesan gambar ini,” timpal Janswerdo.

Apalagi sambungnya, pihak pelaksana Hari Jadi diserahkan Pemko Siantar¬†dikelola oleh pihak ketiga yang belum jelas kredibelitasnya serta kompetensinya. Kesan ini makin mengarah pada upaya ‘cuci tangan’ oleh Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor. (Ung)

BACA JUGA