oleh

Djarot-Sihar ‘Jelas’ Bos!

MEDAN | GOBERNEWS – Kesan loyal dan berkantong tebal, menempel pada pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus. Masyarakat dibuat terpengaruh dan lebih memilih menggandoli gerbong pasangan nomor urut 2 itu dengan harapan mendapat kebagian uang.

“Siapa gak kenal Sihar Sitorus Bang. Banyak uang dan dermawan. Kita gak soal siapa yang menang nanti. Cuma gimana kita bisa mengambil untung sedikit dari Pilgubsu ini,” kata Gatot, Rabu (19/4) siang.

Warga Jalan Adenan Benawi Kelurahan Sudirejo 1 Kecamatan Medan Kota, ini mengutarakan lagi, bukan dirinya saja yang ikut dalam gerbong Paslon Gubsu naturalisasi ini karena orientasi uang, sejumlah karib dan sahabatnya juga berpandangan serupa. Seperti Ade Rozi, memilih berpihak kepada Djoss lantaran kemampuam finansialnya yang tak diragukan. Warga Jalan Santun Medan, ini mengerti betul inkam usaha sang pasangan idolanya tersebut.

“Kita cenderung melihat sosok Sihar Sitorus nya la Bang. Usahanya dimana-mana. Kekayaannya gak perlu diragukan. Kalau boleh saya sedikit lancang, tujuh turunan tak habis-habis itu. Gak mungkinlah dia gak bagi-bagi bang. Dia kan mau menang,” sambungnya.

Potret kecenderungan pemilih transaksional begitu dalam menentukan pilihan di Pilgubsu nanti, ternyata tak berbeda jauh dengan di Kota Siantar. Pasangan Djoss, dianggap bakal ‘menabur’ uang kepada masyarakat tanpa keraguan. “Kita menunggu Bos. Jadi kalau dari sekarang kita merapat, pasti nanti kita kena ciprat bagi-bagi rezeki dari pasangan ini. Dan kita yakin, Djarot-Sihar jelas, Bos!” timpal Maloum, warga Siantar Utara di tempat terpisah.

Pengamat Pilkada Bersih yang juga mantan panitia pelaksana pemilihan Kecamatan Medan Kota, Is Noor, menilai sikap dan perilaku transaksional tidak mudah dilepaskan dari masyarakat acapkali Pilkada digelar. Begitu pun, sikap tersebut wajar bagi pemilih awam. “Ini menjadi tanggungjawab negara untuk lebih mencerdaskan pemilih agar tak melulu transaksional dalam menggunakan hak suaranya,” ungkap Is.

Kepada paslon, Is juga berharap untuk selalu menghindari cara-cara yang dilarang dalam peraturan perundang-undangan. “Datangnya berawal dari kesadaran paslon itu sendiri menghindari politik transaksional. Sehingga, ke depan masyarakat bisa lebih dicerdaskan,” tutupnya. (Adi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA