oleh

Bonatua: Ada Dugaan ‘Penculikan’ Anggota Dewan

SIANTAR | GOBERNEWS – Upaya ribuan massa dari Suku Simalungun untuk memaksa gelar Paripurna DPRD Siantar menggunakan Hak Angket guna Pemakzulan Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, nampaknya bakal menuai kendala. Pasalnya, merebak isu gerakan senyap ‘penculikan’ anggota DPRD Siantar.

“Saya mencium isu dugaan ‘penculikan’ anggota dewan oleh sejumlah pihak guna tujuan menggagalkan Paripurna,” ungkap mantan anggota DPRD Siantar, Ir Bonatua Pospos, Rabu (18/04) malam.

Penculikan dimaksud Bona bukanlah kriminal seperti yang dibayangkan. Namun, lebih pada negosiasi dan tawaran kepada anggota dewan untuk tidak hadir ke kantor pada Hari-H pelaksanaan aksi besar-besaran oleh massa dari Suku Simalungun.

Menurut Bonatua, negosiasi politik merupakan hal yang wajar dalam politik. Namun, bila saja ada oknum anggota dewan yang menuruti permintaan pihak lain agar tidak masuk kantor demi menghindari kuorum sebagai syarat dilaksanakannya Paripurna, sungguh sangat tak bermoral. “Karena dewan digaji dari uang rakyat. Kalaulah rakyat dihindari demi kepentingan pribadi, integritas dewan seperti ini pantas dikaji ulan,” cacar Bonatua.

Sebagai mantan anggota dewan sambung Bonatua, soal loby kepentingan adalah hal biasa. Namun tetap meletakkan kepentingan rakyat di atas segala-galanya. “Ini harus menjadi pegangan teguh bahwa kepentingan rakyat di atas segalanya,” ujar Bonatua.

Terpisah, inisiator aksi Janswerdo Saragih mengakui, pihaknya mendengar isu tersebut mulai muncul ke permukaan. Akan tetapi, seluruh kemungkinan sudah diperhitungkan matang. “Kita sudah dengar itu. Tapi kita tidak mau berfikir negatif sebelum aksi nanti digelar. Yah, kita lihatlah nanti,” tutupnya.

Sementara sejumlah anggota dewan yang coba dikonfirmasi Rabu malam, tidak berhasil lantaran handpone tak aktif. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA