oleh

Curhat soal Wali Kota Siantar, Marulitua Hutapea Justru….

SIANTAR| GN -Ungkapan rasa kecewa (curhat) Marulitua Hutape terhadap sikap Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor yang kerap menutup komunikasi padanya, dipercaya hanya justru menunjukkan kelemahan ketua DPRD Siantar itu di mata publik.

Demikian disampaikan pemerhati Politik Kota Siantar, Hari Hanggara, Selasa (20/02/2018) sore. “Jadi menurut saya curhat Marulitua ke publik, itu hanya menunjukkan kelemahannya sendiri. Ketidakmampuannya menjalin komunikasi yang baik dengan wali kota. Marulitua harus introspeksi diri. Publik saya rasa sudah paham membaca itu dengan jelas,” tukas Hari.

Ketidakmampuan Marulitua menjalin komunikasi dengan wali kota sambung Hari lagi, tidak serta merta bisa dijadikan alasan sebagai penentu maju tidaknya Kota Siantar ke depan. Cara berfikir seperti itu menurut Hari, kurang tepat. “Lah, wong Marulitua yang tak mampu menjalin komunikasi dengan baik, kenapa kemajuan kota ini yang harus terhambat. Gak nyambung sekali. Jangan wajah jelek cermin yang dibelah,” kelakar Hari.

Ditambahkan Hari, ketika Marulitua memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik, bukan justru payah dihubungi, wali kota mungkin saja berharap bisa berkomunikasi dengan Marulitua setiap saat. “Logisnya seperti itu. Ketika kita senang dengan seseorang, tentu kita ingin bisa menjalin komunikasi intens dengan orang tersebut. Begitu juga wali kota. Dia manusia biasa kok, sama seperti kita. Kalau dia suka, pasti dia sibuk duluan menghubungi Marulitua. Sayangnya, itu tak terjadi. Ibarat cinta, Marulitua bertepuk sebelah tangan,” pungkas Hari

Terakhir Hari mengingatkan, dampak dari curhat Marulitua ke publik, jelas berimbas negatif pada Partai Demokrat. “Sudah selayaknya Partai Demokrat membahas masalah ini segera. Karena baik Marulitua mau pun Hefriansyah, dua-duanya murni terlahir dari ‘rahim’ Partai Demokrat itu sendiri. Jangan sampai, masalah ini berlarut larut hingga partai harus ikut menanggung bebannya,” tutup Hari sekaligus memprediksi, curhat Marulitua boleh jadi pertanda bahwa ia butuh pertolongan partai untuk menjembatani hubungan harmonis dengan wali kota. Namun apakah cara nyinyir ke publik tersebut layak diterima, Partai Demokrat harus mau mengambil keputusan. Apakah memasilitasi Marulitua agar terjalin hubungan lebih baik dengan wali kota, atau mencarikan pengganti ketua dewan yang lebih memiliki kemampuan berkomunikasi politik secara profesional.

Sebelumnya Marulitua mengeluhkan sikap wali kota selama ini kepada dirinya. Sulit dihubungi, payah ditemui dan lain sebagainya. Bukan itu saja, Marulitua membeberkan jika wali kota kerap keluar kota terutama Sabtu dan Minggu demi menyelesaikan pendidikan Strata-3 nya di Kota Medan. Sulitnya bagi Marulitua menemui wali kota juga ikut diungkapkannya. Marulitua merepet seolah tak sadar bahwa Partai Demokratlah yang mengusung Hefriansyah duduk sebagai Wali Kota Siantar saat ini. Sama halnya dengan dirinya yang diusul Partai Demokrat menduduki kursi ketua DPRD Siantar. (Putra Mar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA