oleh

Management PTPN 4 Tega ‘Hisap Darah’ Buruh Karena….

SIMALUNGUN-GN

Ratusan buruh kontrak PTPN 4 tak gajian berbulan-bulan. Anehnya, pihak management berkilah dengan alasan tak masuk di akal.

Sabtu (15/07/2017) pagi, Sekretaris DPC Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), Fransiskus Silalahi, mengungkap kekecewaan atas keterlambatan pembayaran gaji para buruh kontrak tersebut. Fransiskus dengan tegas memastikan, SBSI tidak akan membiarkan masalah ini berlarut-larut. “Alasan apa pun tidak bisa kami diamkan. Kami akan advokasi para buruh untuk menuntut hak mereka,” tegas Fransiskus sekaligus akan menemui para buruh untuk konsolidasi.

Disinggung mengenai adanya pihak ketiga (vendor PTPN 4) dalam menyediakan tenaga kerja, pria yang dikenal vokal dalam urusan buruh ini menuturkan, sistem outsourching memang masih diaminkan oleh sistem perundangan di Indonesia. Oleh sebab itu, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan dan kajian terkait persoalan buruh di lingkungan PTPN 4 Kebun Toba Sari Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun itu. “Memang masih lemahnya sistem di negara kita ini membuat para buruh tertindas. Tapi apapun itu, jika memang ada pengangkangan hak para buruh, maka kita siap pasang badan untuk melawan,” ujarnya.

Salahseorang buruh di temui di sekitar kawasan kebun mengaku, sudah 4 bulan terahir hingga saat ini belum terima gaji. “Gak taulah aku lae. Sudah mau tumbang pondasi rumah tanggaku. Anak istriku udah tak kunafkahi lagi karena aku tak punya uang,” keluh Marga Silalahi ini kepada GN.

Para buruh petik PTPN 4, sambung Silalahi, beberapa waktu lalu sudah sempat menanyakan langsung kepada pihak perkebunan. Namun tak ada jawaban pasti dari pihak perkebunan maupun perusahaan vendor penyedia tenaga kerja. “Kami sempat dialog dengan kebon bahkan vendor. Tapi ya sama saja, tak ada kepastian yang kami dapat,” katanya seraya menambahkan, rencananya para buruh yang tak dibayar gajinya akan menggelar aksi mogok kerja secara massal.

Sementara dari seberang telepon, Humas Kantor Direksi PTPN 4 Medan, Rijal Siregar mengatakan, keterlambatan pembayaran gaji bagi para buruh kontrak hanya disebabkan adanya keterlambatan administrasi. Begitupun, pihaknya akan segera melakukan percepatan proses administrasi agar semua hal dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Kebijakan yg diambil dengan adanya keterlambatan administrasi, dengan melakukan proses percepatan agar semuanya dapat berjalan dengan baik dan lancar. Sembari secara terus menerus berkomunikasi dengan penyedia jasa tenaga kerja,” tutup Rijal. (Ren/ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA