oleh

‘Semangat Baru Sumut’ Runtuh. Ini Penyebabnya…

SIMALUNGUN

Perjuangan membangun citra positif ‘Semangat Baru Sumut’ oleh Bupati Simalungun JR Saragih, runtuh dalam sekejap karena hal sepele.

Dibeberkan salahseorang guru di Simalungun, Dinas Pendidikan Simalungun yang mengeluarkan kebijakan kotor memeras guru sertifiksi, menjadi faktor utama rubuhnya konstruksi positif ‘Semangat Baru Sumut’ yang coba dibangun JR Saragih dalam persiapan menuju kursi Gubernur Sumut.

Guru salahsatu sekolah dasar ini menambahkan, Dinas Pendidikan Simalungun mematok Rp400 ribu perguru yang hendak pemberkasan sertifikasi. “Jadi kita harus bayar dulu untuk pemberkasan. Kalau tak bayar, kita takut tunjangan sertifikasi kita tidak cair. Ngeri kali kan,” cecarnya, Senin (5/6/2017) pagi.

Lanjut wanita yang minta identitasnya dirahasiakan ini, munculnya kabar Bupati Simalungun JR Saragih akan ikut dalam bursa pencalonan sebagai Gubsu dengan membawa jargon ‘Semangat Baru Sumut’ ke masyarakat, Pemkab Simalungun yang masih di bawah kendali JR, mau segera berbenah guna menarik simpati khalayak umum. Tapi faktanya harapan itu tak sejalan. Pengutipan liar Disdik Simalungun, itu justru merusak citra positif JR di mata masyarakat.

Terpisah, Sekjend LSM Strategi Sumut Al Husein mengatakan, JR Saragih percuma membangun image ‘Semangat Baru Sumut’ jika yang dialami para guru tidak diselesaikan secara serius. “Kalau dibiarkan, ini hanya akan membuat kerja keras JR sia-sia. Jangan harap dapat simpati dari masyarakat bila aparatur pemerintah saja dibuat tak percaya,” kritik Husein.

Bukan saja sampai di situ, lebih serius lagi lanjut Husein, Partai Demokrat yang akhir-akhir ini serius berbenah, bisa berfikir dua kali untuk menjatuhkan pilihan kepada JR Saragih di kancah Pilgubsu 2018 mendatang. “Ini perhelatab besar. Demokrat sangat berkepentingan di Pilgubsu nanti. Seleksi untuk menjatuhkan pilihan kepada calon gubernur akan semakin ketat. Kalau masalah ini terus bergelinding, JR siap-siap ditinggalkan Demokrat. Pilihan masih banyak. Ada Tengku Erry Nuradi bahkan Edy Ramayadi. JR harus ingat itu,” tutup Husein.

Sementara Kadis Pendidikan Simalungun Resman Saragih, dipertanyakan soal pungli terhadap guru sertifikasi enggan menjawab. Begitu juga Kabag Humas Akmal Siregar yang memilih bungkam. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA