oleh

Surat Edaran Ini buat Calon Pedagang Balerong Rajawali Jantungan

example banner

SIANTAR | GN- Surat ditandatangani Direktur Keuangan PD PHJ, Sahat Toga Sihite, kini bikin jantung calon pedagang Balerong Rajawali. Apa gerangan dengan isinya?

Salahsatu calon pedagang, secara khusus mengaku cemas, lantaran di surat edaran tersebut, para calon pedagang Balerong Rajawali diharuskan membayar kontribusi dan retribusi lapak yang akan mereka tempati. Tapi anehnya, besaran dana yang diminta tidak dicantumkan.

“Yang makin bikin kami jantungan, di surat itu tak disebut angka. Tapi secara lisan dipatok bayar sebesar Rp25 juta. Apa gak ngeri,” ujar salaseorang pedagang minta nama tak disebutkan. Masih kata pedagang, jika tak segera dibayar, maka secara otomatis lapak yang semula sudah mereka bayar beralih ke orang lain. “Kami diancam kalau tak bayar, kami tak bisa menempati lapak itu,” tambahnya.

Jauh sebelum lapak Balerong Rajawali dalam proses pembangunan, menurut pedagang, mereka sudah menyetorkan uang kepada pihak Pasar Horas Jaya. Bahkan, mereka sudah tercatat sebagai calon penghuni lapak. Tapi uang yang mereka setorkan berpariatif itu, seolah tak dianggap. “Kami sudah bayar dulu. Ada yang panjar bahkan ada yang langsung melunasinya sampai di angka Rp25 juta. Tapi kok sekarang diminta lagi?” tanyanya.

Direktur PD Pasar Horas Jaya, Bambang K Wahyono, ketika coba diminta keterangan terkait hal ini, enggan memberikan jawaban. Bambang menyarankan, agar konfirmasi langsung kepada Direktur Keuangan, Sahat Toga Sihite. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI