oleh

Budi Utari Masa Bodoh Hefriansyah ‘Tak Cinta Lagi’

example banner

SIANTAR | GN-Pasangan suami istri sekali pun, bisa berpisah ketika saling tak sepaham. Begitu pun, perceraian harus lewat pengadilan agar sesuai dengan aturan bernegara.

Agaknya, begitulah yang akan ditempuh Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor. Melaporkan Sekretaris Daerah Kota Siantar Budi Utari Siregar ke Inspektorat Provinsi Sumut, hanya demi tujuan ‘menceraikan’ talak 4 sekaligus.

Pastilah. Talak 4 tidak pernah dikenal dalam hukum perceraian. Paling tinggi, Talak 3. Tapi gambaran Talak 4, merujuk kental dari sikap Hefriansyah melaporkan Budi Utari. Sikap murka dan kecewa. Apa iya, dulu mereka ‘kawin terpaksa’?.

Terlepas dari semua dugaan yang berkembang di masyarakat, upaya Hefriansyah untuk ‘menceraikan’ Budi Utari, belumlah berhasil. Sebaliknya, Budi Utari masa bodoh. Tak peduli Hefriansyah ‘tak cinta lagi’ dengannya.

Ketika coba konfirmasi apakah laporan Wali Kota Siantar ke Inspektorat Provinsi Sumut membuatnya terganggu, Budi tak mau merespons. Terkesan masa bodoh, ketika ditanyakan lagi apakah intervensinya terhadap paket-paket proyek di jajaran Pemko Siantar di luar tufoksinya, Budi tak juga enggan merespons.

Sekadar diketahui, wali kota melaporkan Budi ke Inspektorat Provinsi Sumut, karena diduga ikut mengintervensi proyek di jajaran OPD Pemko Siantar. Namun sampai sekarang, hasil penyelidikan inspektorat belum diketahui. Berhasilkah wali kota? (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI