oleh

Panglima Talam Merangsang Wak Alang, Siapa Wak Labu?

Oleh: Sutan Harefe

Melangkah kecil. Sesekali meloncat-loncat rendah sambil merentangkan dua lengan. Memutar dan menelentangkan telapak tangan ke arah langit panggung. Gerak gemulai jemari Wak Alang mengundang perhatian penikmat Lenong Melayu waktu itu.

Panglima Talam dari balik panggung, terus bereaksi. Sang Konduktor paham harus apa. Tonasi nada rempak gendang makin beritme mendayu-dayu. Wak Alang makin melayang. Seperti setengah sadar, liuk gerak tubuhnya makin memukau. Menyihir suasana.

Para penikmat Lenong Melayu mulai tak tahan menunggu klimaks dari penampilan Wak Alang. Berdiri, berdecak kagum sambil riuh gemeriah bertepuk tangan. Masih sendiri. Makin ke pinggir panggung, Wak Alang malambai-lambaikan tangan ke arah kerumunan. Seolah di luar pola adegan. Gerak Wak Alang bikin para penikmat Lenong Melayu heran. Saling bertatapan. Bertanya. “Sedang apa Wak Alang?”.

Di ujung kerumunan, Wak Labu sadar sedang dikode Wak Alang. Buru-buru, membalas lambaian tangan Wak Alang. Tapi gerak tangan membalas ajakan dengan tanda penolakan. Penikmat Lenong Melayu bersorak sorai. Mereka baru paham kalau Wak Alang ngajak kawan. Sontak penikmat Lenong Melayu menyemangati Wak Labu untuk segera ikut memeriahkan pagelaran. Harapan akan ada ending meriah bakal pecah dari penampilan kolaborasi keduanya. “Ayo.. ayo… ayo..!” Sorakan memekik ke arah Wak Labu untuk mau naik panggung. Penikmat Lenong Melayu terus menyorak kesemangatan buat Wak Labu agar segera bergegas ke arah panggung.

Semua mengira, Wak Labu bagian dari Lenong Melayu. Tapi Wak Labu masih terpaku diam di ujung kerumunan. Wak Alang terus melambai-lambaikan tangan seolah mengharap Wak Labu mau menemaninya di atas panggung. Tapi sekali lagi sayang disayang, Wak Labu  tak memberikan reaksi apa-apa. Penikmat Lenong Melayu dipaksa terus penasaran. Bertanya-tanya; Siapa Wak Labu? (Bersambung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI