oleh

Saatnya Presiden Memilih Kapolri Tanpa Kepentingan Politik

-NASIONAL-4.814 views

Catatan: ZULKIFLI TANJUNG, Dewan Pengarah GOBERNews.co.id

Dalam waktu tak lama lagi, kita akan dipimpin oleh Presiden baru ‘stok’ lama. Jokowi kembali memimpin negeri ini untuk lima tahun kedepan. Banyak harapan rakyat, untuk Presiden yang dilahirkan dalam produk demokrasi ini. Salah satunya, agar Presiden dapat memilih calon pemimpin Polri yang teruji tanpa kepentingan politik.

Polri saat ini dipimpin oleh orang yang sangat teruji kemampuannya. Jendral Tito Karnavian, adalah putra terbaik negeri ini. Jendral Tito lulusan terbaik pada angkatanya. Walau dalam pemilihan ketika itu, Jendral Tito melompati beberapa angkatan, mungkin demi kepentingan politik, demi negeri ini. Dan itu terbukti, dengan kemampuannya, keamanan dalam negeri terjaga hingga hari ini dengan pergolakan yang nyaris terjadi chaos.

Hingarbingar kepentingan politik usai sudah. Jokowi akan memerintah negeri ini hingga 2024. Rakyat menaruh harapan besar, agar kiranya Jokowi menempatkan putra putri terbaik bangsa ini untuk mendampinginya menakhodai negeri ini, termasuk Kapolri.

Seyogyanya, setelah Jendral Tito Karnavian, Polri harus tetap dipimpin oleh orang orang terbaik lulusan Akademi Kepolisian (Akpol). Tito sendiri, adalah lulusan terbaik di Akpol (dulunya AKABRI) tahun 1987. Prestasinya sebagai pengayom masyarakat sungguh sangat teruji. Nyaris tak satupun anggota Polri, baik junior dan senior, memungkiri itu.

Setelah Jendral Tito, kemampuan itu pun ‘diwarisi’ oleh Irjen Ryco Amelza Dahniel. Saat ini, Irjen Ryco menempati posisi sebagai Kapolda Jawa Tengah. Sama dengan Jendral Tito, kemampuan Irjen Ryco pun tak terbantah oleh senior dan juniornya. Andai Presiden pun menempatkannya sebagian pengganti Jendral Tito, mungkin tak ada yang keberatan dari sisi kemampuan dan prestasinya.

Disinilah rakyat berharap kepada Presiden, agar tak lagi terjebak dalam politik. Politik sudah usai. Jokowi pun tak lama lagi kembali memimpin negeri ini. Rakyat berharap agar Presiden memilih orang orang dengan kemampuan lebih mendampinginya. Khusus untuk Polri, Irjen Ryco salah satu perwira tinggi Polri dengan kemampuan lebih. Irjen Ryco lulusan terbaik Akpol tahun 1988, persis setahun dibawah Jendral Tito.

Irjen Pol Ryco menoreh segudang prestasi, selain lulusan terbaik AKABRI, perwira tinggi Polri kelahiran Cibinong, Bogor, Jawa Barat, ini juga peraih gelar doktor dengan prediket cumlaude dari Universitas Indonesia (UI). Dalam karier di Kepolisian, Irjen Ryco juga mendapat hadiah kenaikan pangkat luar biasa karena prestasinya melumpuhkan teroris Dr Azhari, saat Kapolri dijabat oleh Jendral Sutanto, sebagai tanda prestasinya yang luar biasa.

Rakyat mengingat, bahwa Irjen Ryco hanya akan terganjal jika Presiden mengaitkannya dengan warna politik, yang diyakini sesungguhnya itu bukan lah pilihan Irjen Ryco. Sebagai abdi negara, Irjen Ryco tak akan bisa menolak, ketika Presiden memintanya untuk menjadi ajudan. Saat masih menjabat perwira menengah (Pamen), Irjen Ryco adalah ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Tapi sekali lagi, itu hanya lah perbedaan politik, kepentingan politik. Pergulatan politik sudah usai. Presiden akan segera dilantik. Sekarang saatnya bersama membangun negeri, dalam pembangun keamanan adalah kunci utama. Hanya orang orang terbaiklah yang akan mampu melakukannya dengan baik, semoga Presiden memilih Kapolri pengganti Jendral Tito, orang terbaik tanpa manuver politik. (Bersambung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI